
Mimpikah aku selama ini? Bermimpikah diriku?
Kala itu jariku dan jemarimu bertaut dibawah bintang kemilau
Ketika hangatnya diriku meresap dalam dirimu
Dan dinginnya hatimu melunakkan jiwaku
Mimpikah aku selama ini? Bermimpikah diriku?
Kala itu kau dekap diriku penuh sayang nan lembut
Ketika kesedihan hatiku mulai surut karenamu
Dan kehadiranku menenangkan gundahnya jiwamu
Bermimpikah diriku? Karena kadang aku terjaga
Kala itu kuputuskan mengucapkan rasa cinta dalam dada
Kau tepis dengan candaan dan tawa
Bahwa dirimu hanya kekanakan dan takkan pernah dewasa
Mimpikah aku selama ini? Bermimpikah diriku?
Kala itu kau ajak aku berlarian mengejar rembulan di tengah mendung
Ketika kegembiraan mulai menyesap dalam kalbu
Dan kita berdua menikmati kehadiran insan penghapus sendu
Bermimpikah diriku? Karena kadang aku terjaga
Kala itu aku datang kepadamu atas panggilan spesial
Kau tepis kegembiraanku dengan sebuah rasa bersalah
Bahwa dirimu dan diriku telah melakukan sebuah dosa besar
Mimpikah aku selama ini? Bermimpikah diriku?
Kabar berlayangan terbang melewati samudra dan teluk
Jarak tak menjauhkan sebaliknya menumbuhkan rindu
Dan engkau seakan lupa bahwa pernah menepis diriku
Mimpikah aku selama ini? Bermimpikah diriku?
Kemarin kau menjemputku dengan sebuah pelukan rindu
Berbicara dengan tenang dan mendengarkan kisahku
Seolah suaraku adalah hal terindah dalam hidupmu
Bermimpikah diriku? Karena kadang aku terjaga
Tak ada memoar, Tak ada koneksi khusus
Semuanya terpencar acak tanpa benang jelujur
Seperti pintamu, semua hanya dalam hatimu