Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2012

 

Senja mulai melongok di seberang jalan

Langit berubah jingga ketika candi ayu menyapa

Aku terdiam berlinang air mata di bangku tak berteman

Menanti kendaraan yang tak kunjung datang sekian lama

 

Aku ini siapa?

Kenapa aku ada?

Dimana aku seharusnya?

Apa yang seharusnya aku perbuat?

 

Kulihat seorang ibu menggandeng balita

Tak kurang kereta bayi juga didorongnya

Tidakkah hidup sendiri begitu susahnya

Mengapa orang mengharapkan kehadiran anak

 

Kubayangkan diriku berada di masa mendatang

Menangis melihat keberadaan diriku sekarang

Meratap tak melakukan kegiatan terpandang

Menjerit memaki nasib mempermainkannya malang

 

Sesosok pemuda datang kearahku berpayung senja

Duduk di sampingku sembari tersenyum memikat

Hari ini indah ya mudah-mudahan aku tidak merusaknya

Kata-kata mengejutkan membuatku berpaling padanya

 

Saya senang melihat anda, sehat, cantik lagi rupawan

Apakah anda sedang gundah menangis tertahan

Kumenggeleng tanda mengelak sembari terpana melihatnya

Tinggi kekar namun menyimpan kesedihan mendalam

 

Senyumnya kembali merekah mengingatkanku pada masa ceria

Aku merasa ia cerminan diriku yang hilang separuh jiwa bahagia

Anda jangan bersedih anda seorang yang hebat setidaknya bagi saya

Tidak perlu melihat kanan kiri mimpi anda yang perlu dipercaya

 

Anda tidak pernah menyusahkan kami justru sebaliknya

Saya berterimakasih sepenuhnya atas segala yang sudah diberikan

Mungkin bodoh mungkin teledor mungkin mengecewakan

Tapi itu hanya dipikiran anda karena bagi kami anda tak tergantikan

 

Suatu kesempatan emas bagi saya ada di samping anda

Awalnya saya datang untuk marah untuk meminta hak saya

Namun melihat anda saya sadar hal itu tidak mudah

Saya ada di tempat yang sama di waktu yang sama pula

 

Sebaliknya saya berterimakasih yang tak henti-hentinya

Jangan menangis karena masa depan anda begitu cerah

Jangan peduli sekeliling karena Tuhan telah menetapkan

Lakukan yang terbaik untuk apapun siapapun kemuliaan anda

 

Terseyum ke arahku ia menunduk tanda akan beranjak

Siapa anda? Siapa anda? Berani berkata lancang menyalak

Biarpun begitu perhatian dan menembus sisi hati tak terelak

Kau lebih mengerti siapa aku ujarnya sembari pergi tak bertapak

 

Read Full Post »

Knife

I found a knife, long time ago

I didn’t know how to use it and I leave it on my drawer for 4 years

I continue to walk around the forest without it

I got many scratch, marks, and wounds because of all the thorns along my way

 

Last month I discovered the knife again

I start to hold it and walk along the forest

Everything seems easier

I can cut all the thorn and small branch that hinder my way

I move smoothly without any pain or injuries

 

But I just realize I become too attached with the knife

I don’t hold it on its handle anymore

I just realize, now I hold it tight on its blade

I bleed

too much that I cannot bear the pain

 

But I know this knife is too precious for me to be let go

what should I do then?

I think I should let it go then

I start with nothing on my hands

Nor a blade, nor a handle, nothing

I can handle everything with my bare hands though

Someone has told me that

‘When you are too tired, or too pain it just because you grasp it too strong. Just let it go, you start with nothing anyway’

 

Then, I start to let it go

Loosen my grip and let the blade coming up from my wound

Let the gravity taken it away from my hand

Drop it to the forest bed

I start with nothing so I can go on with nothing as well

Read Full Post »