Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2014

Setipis Rambut Dibelah Tujuh


Kulihat lagi engkau berpaling dari jangkauanku
Tidak mengindahkan lagi serta pergi menjauh
Oh tidakkah tiada benci antara dua orang jauh
Oh tidakkah tiada cinta antara dua orang jauh

Hanya sebersit kata namun tiada kunjung jawabnya
Kadang mencoba peduli namun berbuah kehampaan belaka
Oh tidakkah tiada benci antara dua orang tak kenal
Oh tidakkah tiada cinta antara dua orang tak kenal

Tiap hari hanya mencoba mencari tahu sebuah kabar
Bahwa belahan hati di ujung sana masih sehat terdengar
Oh tidakkah tiada benci antara dua orang tak memandang
Oh tidakkah tiada cinta antara dua orang tak memandang

Jantung serasa keluar dari sangkarnya ketika engkau menyapa
Masih seperti dahulu dengan nada gembira penuh pancaran
sampai ia kembali kepada kehampaan nista semata
Tiada lagi kabar bersua, tiada lagi canda dan tawa mengambang

Bencikah kau pada diriku, Cintakah kau pada diriku
Tiada benci dan cinta pada orang asing, benarkah itu?
Jika kau menganggapku asing, maka jadikanlah asing diriku
Jadikan aku orang yang tak mengenalmu, yang tak dapat menyentuhmu

Bencikah kau pada diriku, Cintakah kau pada diriku
Memutuskan untuk tak saling bertemu, tak saling menegur
Aku mengerti aku bukan orang asing karena keenganan bicaramu
Tiada ada orang baik yang membiarkan orang asing tanpa bantu

Bencikah kau pada diriku, Cintakah kau pada diriku
Cobalah kau tilik ulang dalam hati kecilmu
Adakah suka di sana, ataukah memori indah penuh pilu
Bencikah kau pada diriku, Cintakah kau pada diriku
Karena batas cinta dan benci hanya setipis rambut dibelah tujuh

Iklan

Read Full Post »