Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2015

Menuju Madukara

Aku menangis, aku menangis
Aku putri raja, putri raja
Harus menikah dengan raksasa beringas
Untuk menyelamatkan kerajaanku nan nestapa

Aku menangis, aku menangis
Kainku sudah sobek tersangkut ranting dedaunan
Tak hanya itu kulitku pun bersimbah darah dan tanah
Harus terus berlari aku belum juga melihat gerbang madukara

Kangmas Arjuna, Kangmas Arjuna
Tolong aku, tolong aku
Seberapa jauh lagi aku bisa mencapai gerbang istanamu
Malam menjelma namun langkahku tak boleh membatu

Kanda Drupadi mengatakan engkau yang terhebat
Kanda Drupadi mengatakan engkau memiliki ilmu tak terkalahkan
Aku harus selamatkan Pancala dari porak poranda
Sebelum semua habis dihancurkan Jungkungmardeya laknat

Kakiku sudah tak kuat, aku menangis
Nafasku terus memburu, aku menangis
Perutku berteriak meminta nasi sejumput, aku menangis
Lututku sudah sobek berulang kali terjatuh, aku menangis

Kangmas Arjuna, Kangmas Arjuna
Entah sudah berapa kali matahari datang menyapa di ufuk
Tak kunjung aku mencium atau melihat gerbang Madukara
Apakah aku benar berlari ke Madukara? atau aku hanya berkelana dalam nyenyak?

Aku terduduk di bawah pohon beringin yang sangat besar
Merangkul tubuhku yang sudah mulai menyerah kelelahan
Menangis, menangis, menangis, meratap, meratap, meratap
Nama Arjuna kuteriakkan keras-keras diselingi dengan nama kakakku tersayang

Batara Candra, Batara Surya, Batara Guru tolong aku
Mungkin memang bukan Arjuna yang akan menolongku
Aku harus keluar dari imajinasi ini, keluar dari kungkungan hutan ini
Mengerahkan seluruh tenaga untuk ditolong seseorang? Sungguh sangat Srikandi

Aku sudah setengah jalan menuju Madukara
Bukan hal yang bijak terus berbalik menuju Pancala karena mengira ini mimpi belaka
Aku tau ini bukan mimpi dan aku akan pergi terus menuju Madukara
Tidak akan meminta bantuan, aku akan minta pengajaran

Kangmas Arjuna, tolong ajari aku sebuah cara
Aku tau ini diluar kuasa Madukara, tidak ada yang dapat engkau perbuat
Aku, putri kerajaan Pancala yang harus menyelesaikan
Ajarkan aku saja caranya, aku sendiri yang akan menyelesaikannya

Biarpun bersimbah darah, biarpun harus berpeluh dan berkesah
Biarpun harus melewati hutan ini lagi dengan harimau-harimau ganasnya
Aku akan menuju Madukara, berlutut di hadapanmu meminta menjadi muridmu
Betapapun enggannya engkau aku akan terus memohon, ini tekadku, kehendakku

Aku pangkas ranting terakhir di depanku dan kulihat jalan setapak
Jalan setapak menuju sebuah gerbang yang sangat besar dan tegar
Madukara akhirnya aku sampai pada pelukan hangatmu
Satu langkah lagi, memohon pada Arjuna untuk menerimaku

Read Full Post »